Pewarta: Dimas Anugrah Adiyadmo
Foto: Dimas Anugrah Adiyadmo
© PPG UNJA 2025

Mendalo – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Jambi (UNJA) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Uji Kompetensi Peserta Program Profesi Guru (UKPPPG) bagi Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada 13 Juli 2025, dengan 3.416 mahasiswa PPG dari seluruh Indonesia mengikuti melalui Zoom Meeting dan YouTube @PPGUNJA.

Selain dihadiri 3.416 mahasiswa PPG Guru Tertentu Tahap 1 melalui daring, sosialisasi ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H.; Koordinator PPG UNJA, Bunga Ayu Wulandari, S.Pd., M.EIL., Ph.D.; Sekretaris PPG UNJA, para Korordinator Bidang Studi PPG UNJA, serta tim pengelola LPTK PPG UNJA.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Universitas Jambi. Kemudian dilanjutkan dengan laporan oleh Koordinator PPG UNJA serta sambutan dan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik.

Bunga Ayu Wulandari, Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan akademik dan administratif untuk mahasiswa PPG Guru Tertentu.

“UKPPPG merupakan salah satu tahapan penting dalam proses sertifikasi guru profesional. Jadi bapak/ibu harus lulus UKPPPG untuk bisa mendapatkan sertifikat pendidik. UKPPPG dirancang untuk mengukur kemampuan profesional mahasiswa dalam ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai pendidik yang profesional. Untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi UKPPPG secara optimal, diperlukan pemahaman yang komprehensif terkait alur pelaksanaan, materi uji, teknis pelaksanaan, serta strategi sukses dalam menghadapi ujian,” jelas Bunga Ayu.

Selanjutnya, Prof. Hafrida selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penanggung Jawab PPG UNJA, menyampaikan urgensi uji kompetensi sebagai tahapan penting yang juga berlaku di semua bidang profesi di Indonesia.

“Uji kompetensi ini untuk seluruh peserta guru tertentu merupakan satu tahapan yang bukan hanya diikuti untuk mendapatkan profesi guru, tetapi untuk seluruh profesi di Indonesia yang melaksanakan pendidikan profesi itu wajib mengikuti uji kompetensi. Semua harus lulus uji kompetensi untuk mendapatkan gelar profesinya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam mengikuti kegiatan sosialisasi meskipun secara daring, karena kendali keaktifan sepenuhnya berada di tangan masing-masing peserta.

“Saya sangat mengharapkan bahwa kegiatan hari ini bisa diikuti dengan sebaik-baiknya dan konsentrasi penuh, karena kalau kita berada di ruangan Zoom atau mengikuti streaming di YouTube, kendali untuk sungguh-sungguh mengikuti itu hanya ada pada diri bapak dan ibu masing-masing. Panitia tidak bisa memaksa untuk konsentrasi, maka kesadaran pribadi menjadi kunci. Kegiatan ini akan menjadi bekal penting karena seluruh komunikasi dan tahapan UKPPPG nantinya juga dilakukan secara daring,” pungkas Prof. Hafrida.

Materi pertama disampaikan oleh Drs. Maryono, M.Pd., yang membahas Uji Tertulis dan Uji Kinerja. Kemudian pemateri kedua oleh Edi Yuversa, S.Pd., M.Pd., yang menjelaskan teknis operasional aplikasi UKPPPG, mulai dari pendaftaran, unggah dokumen UKIN, hingga sistem ujian berbasis domisili. Terakhir, Bunga Ayu Wulandari, Ph.D., menjelaskan mengenai informasi umum UKPPPG 2025. Sesi penyampaian materi dan diskusi dimoderatori oleh Nurmala Sari, S.Pd., M.Pd.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasiswa PPG dapat memahami setiap tahapan UKPPPG dengan lebih jelas dan sistematis. Sosialisasi ini bukan hanya sebagai panduan teknis, tetapi juga sebagai penguat kesiapan akademik dan mental mahasiswa. Harapannya, seluruh peserta dapat lulus ujian dan menjadi guru profesional yang kompeten serta berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *