Pewarta: Nurmala Sari
Foto: Dokumentasi PPG UNJA
© PPG UNJA 2025

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Jambi kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui workshop bertema “Pengembangan Materi Pembelajaran Deep Learning Berbasis Proyek dalam Mata Pelajaran IPAS bagi Guru Sekolah Dasar”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 11 Agustus 2025 bertempat di SDN 96 Kota Jambi, yang berlokasi di Jl. Sunan Bonang No. 32, Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Kegiatan PkM ini diikuti oleh 53 guru yang tergabung dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus II Anggrek. Para peserta berasal dari enam sekolah, yaitu: SDN 96, SDN 148, SDN 36, SDN 144, SDN 25, dan SDN 53 Kota Jambi. Tim pelaksana PkM diketuai oleh Prof. Dr. rer. nat. Asrial, M.Si, dengan anggota: Dra. Yusnidar, M.Pd., Dr. Dra. Destrinelli, M.Pd., Dr. Muhammad Sofwan, S.Pd., M.Pd., dan Nurmala Sari, S.Pd., M.Pd. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan peran aktif mahasiswa calon guru PPG Universitas Jambi: Gusti Rahayu, Julia Silvia, Cindy Nur’lazizah, Angga Bagus Saputra, dan Titin Sandra, yang turut membantu dalam asistensi peserta selama kegiatan berlangsung.

Urgensi pelaksanaan workshop ini didasari oleh meningkatnya tuntutan implementasi pembelajaran berbasis deep learning dalam konteks kompetensi abad 21 dan penerapan Kurikulum Merdeka. Pada kurikulum tersebut, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) disajikan dalam satu rumpun ilmu sehingga menuntut guru untuk melakukan inovasi pendekatan pembelajaran, terutama dengan penggunaan model berbasis proyek yang memungkinkan siswa berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan berdaya cipta.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SDN 96 Kota Jambi, Gusnadi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas kontribusi PPG Universitas Jambi dalam peningkatan kompetensi guru.

“Workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran hari ini. Guru harus siap menjadi fasilitator pembelajaran bermakna yang mendorong siswa berpikir tingkat tinggi. Kami berterima kasih atas kesempatan penguatan kompetensi ini,” ujarnya.

Selama kegiatan, tim narasumber memberikan materi yang disampaikan secara bergilir, meliputi: Konsep dasar pembelajaran mendalam (deep learning), Dimensi profil pelajar Pancasila, Prinsip pengalaman belajar bermakna, Kerangka konseptual pembelajaran mendalam, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik hands-on workshop di mana peserta merancang rancangan materi dan aktivitas pembelajaran IPAS berbasis proyek.

Ketua Gugus KKG, Desra Mahirsa Putra, S.Pd., Gr., turut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai kegiatan ini sebagai wujud sinergi strategis antara sekolah, forum KKG, dan perguruan tinggi.

“Guru membutuhkan ruang praktik, bukan hanya teori. Melalui workshop ini, kami mendapatkan panduan konkret untuk mengembangkan perangkat pembelajaran deep learning yang aplikatif,” ungkapnya.

Salah satu peserta, perwakilan guru, Djulidar, S.Pd., dari SDN 104  Kota Jambi juga memberikan tanggapan positif.

“Materi sangat membantu dan membuka wawasan baru. Kami merasa lebih percaya diri untuk mengimplementasikan pembelajaran IPAS berbasis proyek yang mendorong siswa berpikir lebih dalam dan mandiri,” jelasnya.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menghasilkan draft perangkat pembelajaran IPAS berbasis proyek yang siap dikembangkan lebih lanjut dan berpotensi diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan guru memiliki kompetensi yang lebih kuat dalam mendesain pembelajaran yang bermakna sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, reflektif, dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *