Pewarta: Dimas Anugrah Adiyadmo
Foto: Dimas Anugrah Adiyadmo
© PPG UNJA 2025

Jambi- Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Jambi (UNJA) kembali menyelenggarakan kegiatan Orientasi Mahasiswa PPG Bagi Guru Tertentu, kali ini untuk Tahap ke-3 Tahun 2025. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 28 September 2025, di Aston Jambi Hotel & Conference Center secara luring, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube resmi PPG UNJA.
Orientasi ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Hafrida, S.H., M.H.; Koordinator PPG UNJA, Bunga Ayu Wulandari, S.Pd., M.EIL., Ph.D.; Wakil Ketua, Sekretaris, Guru Besar, Koordinator Bidang, serta pengurus PPG UNJA. Peserta yang mengikuti orientasi sebanyak 929 mahasiswa yang telah dinyatakan lolos tahap lapor diri. Peserta tersebut terdiri dari empat bidang studi, yakni Fisika 30 orang, PJOK 112 orang, PGPAUD 193 orang, dan PGSD 594 orang.

Adapun asal daerah peserta tersebar dari 11 provinsi di Indonesia, yaitu: Banten (1), Kepulauan Bangka Belitung (17), Kepulauan Riau (24), Bengkulu (52), Sumatra Barat (70), Jambi (79), Sumatra Selatan (95), Aceh (130), Riau (138), Lampung (167), dan Sumatra Utara (182).
Acara diawali dengan laporan kegiatan oleh Koordinator Prodi PPG UNJA, Bunga Ayu Wulandari, S.Pd., M.EIL., Ph.D. Ia menyampaikan bahwa target peserta PPG semakin mendekati capaian nasional yang diharapkan oleh Dirjen GTK.
“Alhamdulillah, total 929 peserta ini menunjukkan bahwa semakin sedikit guru yang belum memiliki sertifikat pendidik. Berdasarkan pemetaan, peserta yang ikut kali ini juga mayoritas berusia muda sehingga pembelajaran mandiri akan lebih mudah dijalani karena literasi digital sudah baik. Program PPG ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah proses transformasi yang akan membentuk Bapak/Ibu menjadi guru profesional yang mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21,” ungkap Bunga Ayu.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sertifikasi sebagai bentuk penghargaan negara terhadap profesi guru.
“Program ini adalah kebahagiaan kita bersama karena menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh guru tersertifikasi. Sertifikasi bukan berarti guru baru bisa mengajar dengan sepenuh hati, karena sejak dulu guru sudah berdedikasi penuh. Namun, sertifikasi ini adalah bentuk penghargaan nyata dari pemerintah agar guru diakui sebagai pendidik profesional. Kami berharap seluruh 929 peserta dapat melalui proses ini dengan lancar, mengatasi segala tantangan, dan akhirnya sukses memperoleh sertifikat pendidik,” ujar Prof. Hafrida.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang mengikuti PPG Tahap ke-3.
“Guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Melalui program PPG, kita sedang menyiapkan generasi pendidik yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di sekolah dan masyarakat. PPG Guru Tertentu ini adalah bukti nyata komitmen negara dalam melahirkan guru profesional yang berdampak bagi masa depan bangsa,” jelas Prof. Nunuk.
Pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahap ke-3 Tahun 2025 sendiri berlangsung dalam beberapa tahapan penting. Dimulai dari pemanggilan peserta melalui SIMPKB pada 11–16 September 2025, dilanjutkan dengan lapor diri pada 20–25 September 2025. Setelah itu, peserta mengikuti orientasi pada 28 September 2025, sebelum menjalani pembelajaran mandiri di Ruang GTK pada 29 September hingga 10 November 2025.
Dalam orientasi ini, peserta mendapatkan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya:
-
Drs. Maryono, M.Pd. dengan materi terkait kurikulum dan UKPPPG.
-
Edi Yuversa, M.Pd. yang memaparkan teknis pelaksanaan PPG Tahap ke-3.
-
Novferma, M.Pd. yang memberikan panduan penggunaan Ruang GTK bagi peserta.

Rangkaian tersebut dirancang agar peserta memiliki waktu yang cukup untuk memahami materi secara komprehensif, baik dari sisi kurikulum maupun aspek teknis pelaksanaan. Dengan pola pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sehingga benar-benar siap menghadapi Uji Kompetensi PPG (UKPPPG) dan mengimplementasikan hasil pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
“Alhamdulillah, total 929 peserta ini menunjukkan bahwa semakin sedikit guru yang belum memiliki sertifikat pendidik. Berdasarkan pemetaan, peserta yang ikut kali ini juga mayoritas berusia muda sehingga pembelajaran mandiri akan lebih mudah dijalani karena literasi digital sudah baik. Program PPG ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah proses transformasi yang akan membentuk Bapak/Ibu menjadi guru profesional yang mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21,” ungkap Bunga Ayu.
“Program ini adalah kebahagiaan kita bersama karena menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh guru tersertifikasi. Sertifikasi bukan berarti guru baru bisa mengajar dengan sepenuh hati, karena sejak dulu guru sudah berdedikasi penuh. Namun, sertifikasi ini adalah bentuk penghargaan nyata dari pemerintah agar guru diakui sebagai pendidik profesional. Kami berharap seluruh 929 peserta dapat melalui proses ini dengan lancar, mengatasi segala tantangan, dan akhirnya sukses memperoleh sertifikat pendidik,” ujar Prof. Hafrida.
“Guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Melalui program PPG, kita sedang menyiapkan generasi pendidik yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di sekolah dan masyarakat. PPG Guru Tertentu ini adalah bukti nyata komitmen negara dalam melahirkan guru profesional yang berdampak bagi masa depan bangsa,” jelas Prof. Nunuk.