Pewarta: Dimas Anugrah Adiyadmo / Cindy Devira
Foto: Deden Setiawan
© PPG UNJA 2025

Mendalo- Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Jambi (UNJA) menyelenggarakan kegiatan “Gelar Karya Mahasiswa Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024” sebagai bentuk tugas akhir Proyek Kepemimpinan, dengan mengusung tema “Dari Ide Menjadi Aksi, Dari Aksi Menjadi Solusi”. Kegiatan berlangsung di Balairung Pinang Masak UNJA Mendalo pada Jumat, 30 Mei 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap ide dan aksi nyata mahasiswa PPG Calon Guru dalam menghadirkan solusi terhadap permasalahan pendidikan demi terwujudnya pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. Helmi, dengan simbolisasi pemotongan pita yang turut disaksikan para pejabat universitas dan tamu undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H.; Ketua DWP UNJA, Ny. Ocy Nikhita Helmi’ Koordinator Prodi PPG, Bunga Ayu Wulandari, S.Pd., M.EIL., Ph.D.; Wakil Koordinator Prodi, Dra. Yusnidar, M.Pd.; dan Sekretaris Prodi, Drs. Maryono, M.Pd.

Turut hadir pula para Koordinator Bidang Studi PPG, guru pamong, kepala sekolah mitra PPG, tamu undangan, siswa sekolah, serta ratusan mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024.

Acara dibuka dengan nuansa budaya yang kental, diawali dari pembacaan seloko, tarian persembahan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Universitas Jambi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga doa bersama.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Jambi menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa PPG sebagai agen perubahan di masyarakat.

“Mahasiswa PPG harus menjadi calon guru yang bermanfaat, tidak hanya bagi siswanya, tetapi juga bagi masyarakat luas. UNJA pun harus menjadi institusi yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mengubah barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna tinggi.

“Beberapa produk sangat menginspirasi, seperti pakaian yang dihasilkan dari limbah dan kreasi dari plastik daur ulang. Ini menunjukkan bahwa tanpa teknologi tinggi sekalipun, keterampilan tangan mampu menghadirkan solusi berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Prodi PPG, Bunga Ayu Wulandari, Ph.D., menyampaikan harapan besar terhadap dampak dari kegiatan ini.

“Karya yang ditampilkan hari ini bukan hanya hasil dari proses pembelajaran, tetapi juga wujud nyata perubahan melalui kolaborasi proyek kepemimpinan. Mahasiswa PPG tidak hanya dilatih untuk menjadi pengajar profesional, tetapi juga agen transformasi di sekolah dan masyarakat. Saya sangat mengapresiasi seluruh proyek yang dipamerkan hari ini.”

Persiapan kegiatan telah dimulai sejak dua hari sebelum acara berlangsung. Mahasiswa menampilkan berbagai produk inovatif hasil kolaborasi dengan dosen pembimbing dan sekolah mitra, mulai dari materi pembelajaran kreatif, permainan edukatif, alat peraga sederhana, hingga produk ramah lingkungan hasil daur ulang. Produk-produk tersebut mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan serta kemampuan menyelesaikan masalah kontekstual di dunia pendidikan.

Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Farhan Alisnaini, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

“Saya berterima kasih kepada mitra sekolah, masyarakat, serta seluruh organisasi yang telah membantu suksesnya kegiatan ini. Semoga inovasi-inovasi yang ditampilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Farhan.

Mahasiswa PPG Calon Guru, Devi dan Aseng, menyampaikan bahwa kegiatan ini mendorong mereka untuk lebih kreatif, inovatif, dan adaptif.

“Melalui proyek ini, kami belajar menjadi guru masa depan yang mampu mengubah barang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai guna,” ujar mereka.

Peserta lainnya, Mesila dan Salsa, turut menyampaikan harapannya.

“Semoga kegiatan ini terus berkembang dan calon guru PPG dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ungkap mereka.

Sebagai penutup, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti sesi dokumentasi bersama, dilanjutkan dengan penilaian terhadap setiap stan karya yang dipamerkan. Gelar Karya ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk hasil belajar, tetapi juga menjadi langkah awal bagi lahirnya calon guru transformatif yang membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *